renungan kemarin hari
September 17, 2008 by kemejabiru
Selasa Malam, 160908
Malam ini dingin menusuk dengan sangat. Tampaknya angin mulai mengakrabi sang malam. Seperti ak yang ingin juga mengakrabi ingatan tentang kematian yang cepat atau lambat pasti akan menghampiriku.
Ak ingat, beberapa hari yang lalu, ak disibukkan dengan rencana-rencana tentang hari esok. Begitu banyak agenda, janji, rencana di hari yang belum tentu datang menyapa. Dan ak sadar, bahwa telah lama ak tidak mengingat kematian. Padahal ia tidak pernah terlalu jauh dari posisi kita berdiri sekarang.
Betapa sempitnya waktu yang mungkin ak punyai, ak tidak tahu kapan. Ak jadi ingin membahagiakan orang di sekitar, namun ak juga lebih sering lupa akan hal itu. Karena ak dengan sombongnya merasa yakin masih ada kesempatan untuk meminta maaf akan salah yang terbuat, di hari esok tentu saja. Ak sering lupa bahwa manusia tidak punya kuasa apa-apa akan hidupnya.
Dan kabar duka pagi ini, kembali mengingatkanku akan lamunan hari kemarin.
Kepada alm. Rani Widhi, sahabat kita semua, Semoga Amal Ibadahmu diterima di sisi Alloh SWT, amin yaarobbal’alamin…selamat jalan kawan, senyummu akan selalu diingat banyak orang..