Feed on
Posts
comments

Archive for November, 2008

Sore tadi kasihku mengirim sebuah amplop yang dari sudut-sudutnya terpancar sedikit cahaya. Seorang pemuda yang terlihat gesit dan cekatan, mengantarkannya untukku, katanya dari seseorang yang sangat merinduku di ibu kota. Aku bilang terima kasih dan maaf sudah merepotkan. Dia bilang tidak apa-apa, dia senang membantu. Sebelum berpamitan ia sempat mengucapkan sebuah nama: Sukab.
Setelah kubuka, maka [...]

Read Full Post »

merindu

dan aku masih saja berujar egois saat menanyaimu perihal kepulangan. dan kau pun ragu tuk menjawab. takut sakiti aku. takut kecewakan aku. takut aku menangis. dan memang ak menangis. mencoba relakan. mencoba bertahan. mencoba rinduimu tiap hujan. mencoba ingatimu dalam pagi yang terang. mencoba basahi imaji tentang pertemuan. menemukan senyum. menemukan letih. menemukan bahagia. menemukan [...]

Read Full Post »