solo, dengan senja
Posted in kontemplasi untuk amatir on Nov 9th, 2008 4 Comments »
Sore tadi kasihku mengirim sebuah amplop yang dari sudut-sudutnya terpancar sedikit cahaya. Seorang pemuda yang terlihat gesit dan cekatan, mengantarkannya untukku, katanya dari seseorang yang sangat merinduku di ibu kota. Aku bilang terima kasih dan maaf sudah merepotkan. Dia bilang tidak apa-apa, dia senang membantu. Sebelum berpamitan ia sempat mengucapkan sebuah nama: Sukab.
Setelah kubuka, maka [...]